kalau bisa cepat, kenapa harus lambat?
orang berkejar-kejaran untuk cepat, kenapa sudah dikasih jalan malah ingin berlambat-lambatan?
ada yang tidak ingin cepat-cepat masuk ke dunia nyata. saya sih bakal lebih sengsara kalau berlama-lama jadi beban orang tua.
tapi itu kan saya, yg pemikirannya sempit, tradisional. tua dan kuno.
Bingung. Td ditanya punya laptop atau nggak. Ada sih ada, tp makenya bikin emosi.. Gw blg adanya desktop. Tp jd ngerasa ngrepotin si ibu. Tp gmn dong.. Aduduh ye, gini aja dibingungin. Moo, moo.. (-̩̩̩-̩̩-̩̩̩-̩̩___-̩̩-̩̩̩-̩̩-̩̩̩)
Because I don’t feel like working on my form z for the half hour i have before studio…
Getting a new project:
“Brainstorming” (aka procrastinating):
Brilliant idea hits:
Realize you only have a week until your review:
Someone touches the model you have been working on for 48 hours straight:
In class after an all-nigher:
Your professor looking at your work:
Finally reaching your bed again:
Stellarium, mainan baru buat ngelihat bintang-bintang dan planet selain dari google earth. me likeyy :D
Cokelat berisi Rum
saat membuat notes ini, aku bermaksud ngga membuat notes yang panjang-panjang.
saya ingin bercerita, sedikit tentang hal yang tadi terjadi padaku dan hubungannya dengan cinta, ya,cinta.
kemarin genap kami sebulanan, dan dia memberikan kue cokelat yang enaaak banget. tapi bukan itu intinya, bukan ingin pamer.
diatas kue itu ada dua cokelat berbentuk hati. saya sama sekali ngga tau isi cokelat itu apa, sampai tadi saya memutuskan untuk memakan cokelat itu saat saya sedang duduk di dalam mobil sebuah travel yang akan mengantarku ke Jakarta.
saya buka bungkusnya yang berwarna merah, mengira paling-paling cokelat itu ngga ada isinya.
ternyata saatku gigit, ada cairan bening muncrat dari dalam cokelat itu *bukan, bukan iler saya kok*
ternyata isi dari cokelat itu adalah rum. sebagai informasi, saya tidak menyukai rasa maupun aroma rum. terlalu keras, membuat sakit kepala.
tapi kepalang tanggung, karena yang memberikan cokelat itu orang yang spesial, saya makan saja sampai habis cokelat itu. di akhir, saya mencecap rasa manis setelah berpusing-pusing ria dengan rum.
saya tertawa saat rum muncrat keluar dari cokelat. baju, tangan, semua jadi lengket.
————-
entah mengapa saya menganalogikan cokelat ini dengan cinta.
cinta dibungkus dengan indah.
bungkusnya menarik, menggugah untuk ditilik.
sama seperti bungkus cokelat ini, berwarna merah berbentuk hati
kita tidak tau apa yang akan terjadi dalam percintaan. terkadang mengagetkan, menyenangkan, dan menyedihkan
sama seperti filling cokelat yang saya tidak tau apa isinya
saat kau merasakan cinta, tak jarang kau harus merasakan apa yang sama sekali tidak kau suka. atau bahkan kau benci. tetapi ketika kau benar-benar memperjuangkannya, hal yang kamu benci atau apapun, tidak akan menggoyahkanmu untuk menyelesaikan perjuanganmu.
sama seperti saya terpaksa melahap rum yang tidak saya suka karena pemberinya adalah dia
dan bila kau telah memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh, insyaAllah, kita akan memetik hasil yang baik. baik tidak hanya berupa kemenangan, tapi dapat juga berupa pembelajaran disaat kita kalah, agar lebih tabah menghadapi yang di depan mata.
sama seperti rasa manis pada saat cokelatnya hampir habis
pikiran iseng saat bosan diatas mobil. :)
r.f.m.
110609
i wish a happy third anniversary and so on, i.n.i :)